Yayasan Hang Tuah Gelar Talkshow "Membangun Budaya Saling Menghargai Dan Literasi Digital Untuk Mencegah Perundungan (Bullying)"


Jakarta
,(08/10/26)

Kegiatan Kolaborasi antara Yayasan Hang Tuah dan Pusat Krisis Terpadu (PKT) Melati menggelar  Talkshow mengenai Bagaimana Mencegah Perundungan/ Bullying di Sekolah Hang Tuah yang berlangsung di Wisma Elang Laut Jakarta,(08/10/26).

Kegiatan yang memberikan makna positif terutama  bagi civitas Hang Tuah dengan melibatkan 360 peserta murid SMA dan SMK, Kasatdik, Guru BK, Komite Daerah Jakarta yang hadir  secara offline  serta murid  SMP, SMA , SMK ,Kasatdik, Guru BK dan Komite  yang hadir secara online .



Ketua Pengurus Pusat Yayasan Hang Tuah, Ibu Bina Yunita Hidayati , S.E., M.M  dalam sambutannya menyampaikan bahwa,  Bullying bukanlah sekedar candaan atau kenakalan biasa. Bullying dapat meninggalkan dampak yang panjang terhadap rasa percaya diri, kenyamanan belajar, hubungan sosial, bahkan perkembangan anak. Karena itu Pencegahan Bullying Bukan hanya tanggung jawab sekolah, guru, atau orang tua. Kita semua memiliki peran. Anak - anak perlu belajar untuk saling menghargai, berani mengatakan tidak pada kegiatan perundungan serta berani melapor ketika melihat atau mengalami bullying.



Ketua Pengurus Pusat  berharap semua peserta dapat mengikuti acara ini dengan saksama, aktif bertanya, dan yang terpenting, menerapkan apa yang diperoleh hari ini ke dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jadikan sekolah Hang Tuah sebagai lingkungan yang bebas dari perundungan, "tuturnya".

Talkshow Membangun Budaya Saling Menghargai Dan Literasi Digital Untuk Mencegah Perundungan (Bullying) yang terselenggara ini menghadirkan tiga (3) narasumber : Ibu Dra. Pusparani H.C. Hakim, M.Psi., Psikolog,  Ibu Dra. Evita Adnan, M.Psi dan  Mayor Laut (KH) Khoirul Umam, M.Psi., Psikolog., M.Han.

Dari tiga narasumber tersebut mengupas secara detail materi Membangun Budaya Saling Menghargai Dan Literasi Digital Untuk Mencegah Perundungan (Bullying) yang dapat di simpulkan sebagai berikut : 

-  Konsep diri adalah upaya untuk memahami potensi diri.

-  Konsep diri yang positif akan membentuk rasa percaya diri, berani mengambil tantangan, menerima diri apa adanya, dan lebih tahan terhadap tekanan

-  Beberapa hal yang harus dilakukan sekolah untuk mengatasi bullying antara lain cegah, terima laporan, verifikasi, lindungi dan pulihkan, tangani dan monitoring

-  Budaya saling menghargai harus dibangun sejak dini melalui keteladanan

- Literasi digital bukak hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga soal etika dan tanggungjawab

- Kita harus bijak menggunakan media sosial dan melawan cyberbullying 

-  Bullying bukanlah candaan, melainkan tindakan merusak mental dan harga diri seseorang yang harus dihentikan 

-  Pencegahan bullying adalah tanggungjawab bersama antara sekolah, orangtua dan siswa.


Setelah  mendengarkan penyampaian materi oleh para narasumber, seluruh murid peserta talkshow membacakan Deklarasi Deklarasi Cegah Bullying.

Pada kesempatan tersebut Ketua Pengurus  Pusat dan Ketua PKT Melati  memberikan plakat  dan cinderamata  kepada narasumber. 

Nampak hadir Ketua Yayasan Pusat Krisis Terpadu Melati, Ibu Sri Murniati Widodo, Pengurus Yayasan PKT Melati dan jajarannya, Ketua Pengurus Pusat dan Pengurus Pusat,  Anggota Pengawas Bidang Kinerja Yayasan Hang Tuah, Ketua Pengurus Daerah Jakarta YHT beserta jajaran, Ketua Pengurus  Daerah Belawan, Jakarta, Surabaya, Makassar, Manado, Ambon Dan Tarakan Serta Perwakilan Nias Dan Bintan, Para Kasatdik Daerah Jakarta beserta guru BK dan Kasatdik SMA, SMK, SMP yang hadir secara offline maupun online (yht/dar). 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama